Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Kepedulian Masyarakat, LAZISNU Kota Bandung Distribusikan Zakat, Infaq, dan Sedekah Jelang Idul Fitri Masjid Raya Jadi Lokasi Gelaran Ramadhan Penuh Cinta 1446 H PCNU Kota Bandung; Dihadiri Walikota hingga Waketum PBNU PCNU Kota Bandung Bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Bentuk Koperasi Bandung Menuju “Kota Wakaf”, Sejumlah Pihak Bersinergi Hadirkan Manfaat PCNU Kota Bandung Gelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama, Dihadiri Cicit Syeikh Abdul Qodir Jailani dan Walikota serta Wakil Walikota Terpilih

Warta · 17 Mar 2025 19:54 WIB

LPBINU Bandung Sosialisasikan Pengurangan Risiko Bencana bagi Disabilitas Tuna Netra


 LPBINU Bandung Sosialisasikan Pengurangan Risiko Bencana bagi Disabilitas Tuna Netra Perbesar

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Bandung turut berpartisipasi dalam acara Al-Qur’an Braille Camp yang digagas oleh Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat, Yayasan Komunitas Peduli Pelajar (KPP), dan SMP Tunas Unggul Pasir Impun sebagai fasilitator tempat dan pelaksana.

LPBINU Kota Bandung hadir untuk memberikan sosialisasi dan pengantar mengenai Pengurangan Risiko Bencana (PRB) kepada kelompok disabilitas, khususnya penyandang tuna netra. Ketua LPBINU Kota Bandung, Arief A menekankan pentingnya penerapan PRB bagi kelompok disabilitas yang termasuk dalam kategori rentan terhadap bencana selain anak-anak dan lansia.

“Dari perspektif keadilan ekologi, kelompok disabilitas dengan segala keterbatasan yang mereka miliki sangat minim kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan dan perubahan iklim dibandingkan kelompok non-disabilitas. Namun, mereka justru memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bencana akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pihak lain,” ujar Arief A.

Ia menambahkan bahwa dalam mewujudkan pendidikan inklusif, setiap warga negara termasuk kelompok disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi, termasuk pengetahuan terkait pengurangan risiko bencana.

Dalam sesi materi, LPBINU mencoba menggali informasi langsung dari kaum disabilitas terkait potensi kekuatan serta kendala yang mereka hadapi dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. Beberapa catatan penting yang berhasil disimpulkan antara lain:

  1. Respon Awal: Saat terjadi gempa, penyandang disabilitas lebih mudah menjalankan respon awal penyelamatan diri karena keterbatasan mereka membuat mereka tidak panik berlari, yang justru dapat membahayakan diri mereka sendiri.
  2. Titik Krusial Saat Evakuasi: Jika tidak ada orang non-disabilitas di sekitar, penyandang disabilitas harus memiliki cara komunikasi yang efektif untuk menarik perhatian. Salah satu usulan mereka adalah dengan selalu membawa peluit kecil.
  3. Ketersediaan Logistik: Jika tim evakuasi terlambat datang, penyandang disabilitas disarankan untuk selalu membawa makanan kecil dan terutama air minum.

Ketua Yayasan Komunitas Peduli Pelajar (KPP), Intan Juwita, menyatakan bahwa sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan alternatif untuk kelompok rentan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan pola kerja konsorsium dan pentahelix.

“Kami berharap setelah Lebaran akan ada kegiatan lanjutan yang lebih baik dan strategis dalam upaya penguatan kapasitas kelompok rentan dalam menghadapi ancaman bencana di Indonesia, mengingat negara kita berada di ‘ring of fire’ yang rentan terhadap berbagai macam bencana,” ujar Intan Juwita.

Yayasan KPP akan bertindak sebagai penyelenggara kegiatan, sedangkan lembaga-lembaga penggiat kebencanaan seperti LPBI NU, BPBD, dan MDMC akan menjadi pemberi materi kebencanaan. Adapun pembiayaan kegiatan akan melibatkan berbagai organisasi filantropi.

Acara ini berlangsung dengan hangat dan saling mengisi satu sama lain. Kegiatan ini masih sebatas pengantar dan akan terus dikembangkan lebih jauh untuk kelompok disabilitas lainnya, termasuk kelompok anak dhuafa.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Hilal Tidak Terlihat, PBNU Ikhbarkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

30 Maret 2025 - 00:41 WIB

Tingkatkan Kepedulian Masyarakat, LAZISNU Kota Bandung Distribusikan Zakat, Infaq, dan Sedekah Jelang Idul Fitri

30 Maret 2025 - 00:13 WIB

Siap Layani Pemudik 24 Jam, Banser Ansor Kota Bandung Dirikan Posko Mudik 2025

27 Maret 2025 - 22:07 WIB

Masjid Raya Jadi Lokasi Gelaran Ramadhan Penuh Cinta 1446 H PCNU Kota Bandung; Dihadiri Walikota hingga Waketum PBNU

22 Maret 2025 - 18:38 WIB

Pesan KH Tatang Astarudin di Gelaran Semaan Hafalan Al-Qur’an 5 Juz dan Penutupan Pesantren for Kids

21 Maret 2025 - 21:43 WIB

Tebar Keberkahan Ramadhan, SMA Medina Bagikan 1000 Takjil Gratis untuk Masyarakat

21 Maret 2025 - 20:36 WIB

Trending di Headline
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x